buat apa sih capek-capek kuliah???

Ngapain kuliah? Benarkah kuliah berguna untuk karier dan masa depanmu? Dapatkan jawabannya di sini!
Kenyataan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang jadi pengangguran pasti sering membuat kamu bertanya-tanya: Sebenarnya penting gak sih kuliah itu? Kalau memang dengan kuliah gak menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan, lalu buat apa? Daripada buang waktu dan biaya untuk kuliah, bukankah lebih baik langsung cari kerja?
Sebagai mahasiswa yang dituntut kritis, mempertanyakan hal-hal ini wajar kok. Kami justru senang kalau kamu memang memikirkan tujuan kuliah. Artinya kamu bukan Cuma ikut-ikutan atau menuruti keinginan orangtua.
Supaya kamu yakin bahwa kuliah itu memang penting dan pasti berguna untuk masa depanmu, kami uraikan manfaat kuliah bagi karir.
The Basic Knowledge
Pada dasarnya, tujuan kuliah adalah menuntut ilmu. Tapi sayangnya banyak yang ‘lupa’ dengan hal ini. Ngaku deh, selama ini apa yang kamu cari dari kuliah: ilmu pengetahuan dan ketrampilan, atau nilai dan prestasi akademis?
Sebenarnya, selama kamu menjalani kuliah dengan sungguh-sungguh dan jujur, maka nilai itu mencerminkan sejauh mana ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang kamu capai dari perkuliahan. Jadi jangan Cuma mengejar nilai, tapi raih sebanyak mungkin ilmu pengetahuan dan ketrampilan dari masa perkuliahanmu.
Ironisnya juga, banyak teman kita yang menganggap bahwa ilmu dan pengetahuan dari kuliah hanyalah teori yang gak berguna untuk dunia profesi. Anggapan semacam ini muncul kalau kamu memaknai belajar di kampus sebagai menghafal. Mulai sekarang coba ubah cara pandangmu. Belajar adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu, belajar adalah mendapat informasi baru, belajar adalah pengalaman dan kesempatan ‘memperkaya’ diri.
Contohnya kamu belajar mengenai analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threaths). Kalau kamu Cuma menghafal definisi analisis SWOT tanpa benar-benara memahaminya, maka pengetahuan ini mungkin sepertinya tidak berguna. Karena mungkin di kantor nantinya memang kamu nggak akan ditanya apa itu analisis SWOT. Tapi kalau kamu benar-benar paham, konsep analisis SWOT ini yang bisa kamu gunakan untuk mengenali dirimu sendiri, apa saja kekuatan dan kelemahanmu. Hal ini berguna saat kamu melakukan wawancara kerja. Analisis SWOT berguna saat positioning perusahaan tempatmu bekerja, di antara perusahhan sejenis yang menjadi competitor, misalnya.
Gelar Juga Penting!
Tingkat pendidikan atau gelar juga penting lho! Bukan prioritas memang, karena banyak orang yang punya gelar sarjana atau bahkan master degree tidak sukses dalam karirnya. Berbagai faktor lainnya seperti ketrampilan dan pengalaman kerja seringkali lebih memegang peranan. Dan ironisnya hal-hal ini tak selalu berbanding lurus dengan gelar akademis.
Makanya jangan heran juga kalau kamu melihat ada teman yang belum lulus S1 bisa duluan mendapat kerja daripada lulusan S2. Bisa saja temanmu itu memang lebih terampil dan dianggap kompeten. Meskipun begitu, bukan jadi alas an buat kamu untuk meremehkan gelar. Jangan menganggap gelar itu Cuma penting buat orangtuamu.
Faktanya, mayoritas perusahaan masih menentukan tingkat pendidikan minimal dalam merekrut karyawannya. Bahkan untuk pegawai negeri, gelar dan tingkat pendidikan juga berpengaruh pada posisi atau jabatan.
Jadi kalau kamu punya kesempatan meraih pendidikan setinggi mungkin, jangan disia-siakan ya!
Friends and Networking
Jangan kira kamu masih kuliah jadi kamu belum bisa membangun networking. Dari sosialisasi dan pergaulanmu sehari-hari di kampus juga bisa lho! Di tempat ini kamu bisa ketemu 1001 jenis orang: senior galak, geng cewek-cewek popular, kutubuku, aktivis kampus, dan masih banyak lagi. Dan bukan gak mungkin kamu bakal terlibat dengan orang-orang ini di dunia professional nantinya. Info lowongan pekerjaan bisa saja kamu dapatkan dari senior, atau suatu saat nanti teman sekelasmu jadi klien perusahaan tempatmu bekerja.
Nah, karena itu bertemanlah dengan semua orang. Sebisa mungkin hindari punya musuh. Rugi banget kan kalau kamu kehilangan kesempatan kerja di suatu tempat gara-gara ada catatan hitam dari seseorang?
Bersosialisasi di kampus juga bisa membuatmu bisa mengenal karakter dan kepribadian orang yang berbeda-beda. Hal ini tentu akan kamu temui juga di dunia profesi. Jadi, kamu sudah tahu cara tebaik menghadapi rekan kerja yang jutek atau tukang gossip, karena sudah pernah bergaul dengan teman-teman yang seperti itu juga di kampus.
Tips sukses bergaul di kampus dan di kantor gampang saja: ramah pada semua orang dan selalu berpikir positif.
Practice Makes Perfect
Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, di bangku kuliah juga kamu bisa berlatih berbagai hal yang peting untuk dunia karir. Sebut saja presentasi. Pernah dong presentasi di kelas? Baik itu perorangan maupun berkelompok, presentasi di depan kelas menjadi pelatihan yang bermanfaat. Sebab kemampuan presentasi yang baik akan sangat terpakai di dunia karir. Mulai dari mempresentasikan dirimu sendiri saat interview kerja, mempresentasikan hasil kerjamu di depan atasan, samapai mempresentasikan perusahaanmu di depan klien.
‘Latihan’ lainnya di kampus juga bisa kamu dapatkan dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan dan juga Unit Kegiatan Mahasiswa.

3 thoughts on “buat apa sih capek-capek kuliah???

  1. Sebenernya saat ini aku lagi capek banget kuliah gan, ga tau aku harus ngapain, jadi aku browsing aja di internet tentang “capek kuliah” n ternyata ketemu ama site ini.
    gan aku sekarang bener-bener down gan, yang aku pikirin sekarang tuh cuma kegagalan dan kagagalan dan kematian, aku terselubung sama nikmatnya kamar kosan, memutup diri dari dunia luar, dan kadang mastrubasi.
    semua ku lakukan karena aku stress dengan segala apa yang ada di lingkungan kampus dan apa-apa yang berhubungan dengan kampus. dari mulai dosen yang meng-judge aku dengan nilai D karena aku tidak menyapanya (aku tau itu aku karena sahabat dosen itu secara tidak langsung bilang sama aku), Tugas yang begitu menumpuk yang buat aku begitu depresi, dosen-dosen komersil yang hanya mementingkan uang dengan menjual modul dan mengadakan kursus yang hampir di bilang tidak ada dampaknya sama sekali untuk pengettahuan, dan malah mungkin lebih cenderung untuk semacam pemblian nilai, tertekan juga karena orang tua terus menuntut aku dengan berbagai macam rencana di masa depan yang bahkkan aku sendiri tak tau dan tak mengerti, dan bahkan baru-baru ini ayahku sendiri bilang kalau impianku pergi ke Amerika adalah hal yang di larang agama dengan tumpuan dalil “siapa yang menyerupai sebuah kaum berati adalah bagian dari kaum itu”, dan ayahku berfikir kalo negara Amerika itu negara orang kafir jadi ayahku tidak mendukung aku untuk pergi ke sana karena aku akan menjadi salah satu dari kaum yang kafir, walaupun itu hanya impian itu sangat membuatku sakit , teman-teman sekelas yang bilang kalo aku itu egois, kasar dan lain sebagainya tanpa mengetahui siapa aku karena memang mereka tak mau tahu, serasa tidak di pedulikan dan serasa tidak dianggap oleh teman sekelasku yang sangat membuatku sakit sehingga aku rasa aku INGIN MEMBUNUH DIRIku sendiri agar terbebas dari siksaan hidup ini.
    aku capek aku ingin tenang tanpa memikirkan apa-apa………………………………….
    Apa aku harus mati saja…
    capek..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s